Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Tuuuu Gaasss

(RE-Upload catatan tahun 2012, untuk murid-murid yang sedang mengerjakan tugas)

apa yang kamu rasakan saat mendengar kata "tugas.."..?? mungkin ada yang bete, kesel, sebal, tapi mestinya kita harus bahagia dan bersyukur. iya.. iya... idealis..

saya pernah menjadi mahasiswa, dan jangan dikira mahasiswa itu kayak di sinetron yah.. yang tiap adegan cuma datang ke kampus, gaya-gayaan, makan-makan, pacaran, pulang, atau kayak di pemberitaan televisi, mahasiswa itu demooo terus, debaaatt terus, padahal aslinya mahasiswa itu sodaraan erat sama yang namanya tugas. Nah, selama itu pula ada sebagian orang yang ikhlas dengan tugasnya (mengerjakan, laporin ke dosen, dan dapat nilai A), dan ada juga yang gak ikhlas (nggak dikerjakan, diumpetin, bohong, dapat nilai E- dari dosen), pilihannya antara dua ikhlas dan nggak ikhlas, pertanyaannya kalo nggak ikhlas, ngapain kuliah mahal-mahal cuma buat numpukin tugas..???

atau, saya pun pernah menjadi karyawan, dan tepatnya lagi bagian marketing. Kamu pasti tahu kan, yang namanya marketing itu tugasnya bagaimana..?? udah makanan sehari-hari berantem dengan yang namanya target. keoptimalan kinerja kita dinilai dari sejauh mana kita memenuhi, atau setidaknya mendekati target, lagi-lagi kita ketemu hal ini, ada yang ikhlas (dikerjakan sungguh-sungguh, penuhi target, dapat promosi jabatan, plus bonus gaji) dan ada juga yang nggak ikhlas (malas, banyak alesan, gak sampai target, dimaki atasan, dipecat).

hari ini, saya memproklamirkan diri sebagai seorang entrepreneur (gayanya, padahal aslinya pedagang.. :P) dengan maksud meminimalisir tugas itu tadi, eeeehh ternyata di bidang ini pun tetap saja ada tugas. Tugas seorang entrepreneur itu memang nggak ada yang menilai langsung, tapi tetap saja pelanggan, konsumen, dan relasi menuntut keprofesionalan kita sebagai pengusaha, belum lagi strategi marketing, pembukuan, pengeluaran.

The Real of Task, name is Life.

Ya, ilustrasi diatas hanya terjadi dalam sebuah sistem yang sengaja didesain oleh manusia, dunia pendidikan, pekerjaan, dan perdagangan, memang memiliki karakteristik sistem yang menghadirkan serangkaian tugas demi tugas untuk diselesaikan, akhirnya ada punishment dan ada reward, ini hukum baku yang saya yakin disemua sistem ada, tak terkecuali dalam sistem kehidupan.

Semenjak kita terlahir kedunia, kita sudah disuguhi tugas-tugas yang tidak bisa dihindari, baru lahir kita diminta untuk membuka mata, di ajak ngobrol, berdiri, berjalan, berlari, memegang, dan sebagainya, hasilnya..?? ada yang jadi atlet, tentara, pemain bola, penari, dari modal hanya latihan berjalan saat bayi. Bayangkan jika ada orang tua yang bilang," Ya udah nak gak apa-apa, tidur saja gak usah jalan.. susah.." mungkin anak yang sedari bayinya seperti itu, ia akan cacat disaat dewasa kelak.

terus menerus terjadi perkembangan, seiring penambahan usia, pola fikir, dan ilmu, setiap tugas akan bergerak meningkat dinamis. Tugas SD tidak mungkin sama dengan tugas di SMA, tugas seorang guru tidak akan pernah sama dengan tugas tentara, tugas OB tidak akan sama dengan tugas direktur, semua ada porsinya, semua ada tingkatannya, begitu pun dengan "bonus" dan "hukuman" nya, ada bagian-bagiannya tersendiri.

maka bersyukur buat kamu yang hari ini sedang dihajar terus-menerus oleh berbagai tugas, dari mana pun itu, karena itu berarti kamu sedang diuji, di upayakan kebaikannya oleh Allah untuk bersegera menjadi pribadi yang baik hatinya.

Sahabat saya yang baik hatinya, izinkan saya untuk berkata dan mengajak mari kita bersyukur, mensyukuri segala tugas yang ada dihadapan, ikhlaskan diri, dan pantas diri atas reward yang telah disiapkan Tuhan.

Supeerr sekali.. :P

Wallahu A'lam

Belajar Branding dari Korea Selatan

Bagaimana pendapatmu tentang negara Korea Selatan ? Apakah kamu membayangkan sebuah lingkungan sempurna, dengan penduduknya yang tampan rupawan serta cantik jelita ? Lingkungan asri yang indah dan kisah hidupnya yang berwarna seperti film-film drama korea (atau mungkin penuh zombie seperti di film Train To Busan ?). Oke, itu adalah gambaran negara Korea Selatan yang mungkin di desain dengan sengaja agar melahirkan persepsi tersebut. 

Inilah Branding.

Branding adalah..

Secara sederhana, branding mungkin bisa diartikan sebagai merek. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merek adalah tanda yang dikenakan oleh pengusaha (pabrik, produsen, dan sebagainya) pada barang yang dihasilkan sebagai tanda pengenal; cap (tanda) yang menjadi pengenal untuk menyatakan nama dan sebagainya. 

Ya, secara teknis, pengertian branding itu sederhana. Akan tetapi kalau kita renungkah lebih jauh lagi, maka kita akan menemukan betapa dampak branding ini jauh sangat besar.

Di artikel yang lain, saya pernah mengilustrasikan bahwa, sederhananya branding itu adalah bagaimana orang membayangkan tentang diri kita. Apa yang orang bayangkan saat nama kita disebut, atau bagaimana perasaan seseorang saat mendengar sebuah informasi yang berasal dari kita.

Inilah yang sedang di bangun oleh Korea Selatan, atau mungkin yang sedang dirasakan oleh Korea Selatan. How Branding it's Work ! (Maap)

Mari kita ke Korea Selatan

Kita harus mengakui bahwa program yang sedang dijalankan oleh Korea Selatan ini begitu sukses dalam membangun Branding di mata internasional. Bagaimana Korea Selatan, kini menjadi simbol kemajuan sebuah negara.

Akan tetapi apakah memang seperti itu ?

Kalian bisa lihat di artikel di bawah ini,


Tapi, menariknya ketika saya searching tentang Korea Selatan dengan keyword "Fakta kondisi negara Korea Selatan" ini, maka hasilnya 90% benar-benar menggambarkan kondisi ideal di Korea Selatan. 

Sekali lagi ini menunjukan keberhasilan program Branding yang berjalan disana.

Hikmahnya..

Di Era digital seperti saat ini, sebenarnya setiap orang bisa seperti Korea Selatan. Kita bisa menampilkan "wajah" yang terlihat senantiasa baik, menutup berbagai kekurangan dan ketidak sempurnaan yang kita miliki.

Aktifitas di media sosial, interaksi digital, bagaimana orang berkarya bisa menjadi sarana dalam membangun branding yang di inginkan. 

Apakah itu diperbolehkan ? Saya pikir sah-sah saja, terutama selama kita tidak memiliki niatan untuk menipu dan merugikan orang lain. 


Khususnya bagi kita sebagai seorang muslim yang memang memiliki anjuran untuk menampilkan jati diri kita sebagai representasi Islam. Kita memiliki kewajiban untuk menampilkan dan bersikap akhlak terbaik, dalam rangka menegakan ajaran Islam dan agar orang lain tertarik serta terinspirasi untuk memeluk agama islam. 

Jadi, Branding bagi seorang muslim saya kira bisa menjadi kewajiban apabila diniatkan dalam misi dakwah.

Lagian, Allah tuh sudah menutup banyak banget aib kita, eh masa sih malah kita umbar-umbar gak jelas. Untung nggak, rugi iya. 

Risalah Nizhamul Usrah


 

Bismillahirrahmanirrahim

NIZHAMUL USAR
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya.
USRAH
Islam menekankan perlunya pembentukan usar (usrah-usrah) dari pengikut- pengikutnya, yang dapat membimbing mereka kepada puncak keteladanan, mengokohkan ikatan hatinya, dan mengangkat derajat ukhuwahnya; dari kata-kata dan teori menuju realita dan amal nyata. Karena itu -wahai saudaraku- usahakan agar dirimu menjadi batu bata yang baik bagi bangunan (Islam) ini.
Sedangkan pilar-pilar ikatan ini ada tiga; hafalkan dan usahakan untuk mewujudkannya, sehingga ia tidak hanya menjadi beban berat yang kering tanpa ruh.
1. Ta'aruf (Saling Mengenal)
la adalah awal dari pilar-pilar ini. Karenanya, saling mengenallah dan saling berkasih sayanglah kalian dengan ruhullah. Hayatilah makna ukhuwah yang benar dan utuh di antara kalian, berusahalah agar tidak ada sesuatu pun yang menodai ikatan kalian, hadirkanlah selalu bayangan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits yang mulia di benakmu. Letakkan di pelupuk matamu kandungan ayat-ayat berikut,
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara." (Al-Hujurat: 10)
"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.'' (Ali Imram: 103)
Juga sabda Rasulullah saw. berikut,
"Seorang mukmin dengan mukimin lainnya itu ibarat bangunan yang sebagiannya mengokohkan yang lain,"
"Seorang Muslim itu saudara Muslim lainnya; tidak mendzalimi dan tidak menyerahkannya (kepada musuh)."
"Orang-orang yang beriman itu, dalam hal berkasih sayang dan berlemah lembut, semisal jasad yang satu."
Perintah-perintah Allah dan taujih-taujih Nabi ini-setelah berlalu generasi pertama
umat Islam- telah (hanya) menjadi kata-kata penghias bibir kaum muslimin dan khayalan belaka di benak mereka, sampai kalian datang wahai Ikhwan yang saling mengenal. Kalian telah berusaha untuk menerapkannya di masyarakat kalian, dan kalian inginkan kembalinya ikatan umat yang saling bersaudara dengan jiwa ukhuwah islamiyah. Keselamatan untuk kalian jika kalian tulus, dan saya berharap demikian adanya. Allah adalah pelindung kalian.
2. Tafahum (Saling Memahami)
Ia adalah pilar kedua dari pilar-pilar sistem ini. Karenanya, istiqamahlah kalian dalam manhaj yang benar, tunaikan apa-apa yang diperintahkan Allah kepadamu, dan tinggalkan apa-apa yang dilarang. Evaluasilah dirimu dengan evaluasi yang detail dalam hal ketaatan dan kemaksiatan, setelah itu hendaklah setiap kalian bersedia menasehati saudaranya yang lain begitu aib tampak padanya. Hendaklah seorang akh menerima nasehat saudaranya dengan penuh rasa suka cita dan ucapkan terima kasih padanya.
Untuk akh yang menasehati, berhati-hatilah jangan sampai hatimu -yang secara ikhlas ingin memberi nasehat kepada saudaramu- itu berubah niat, meski hanya sehelai rambut. Jangan sampai ia merasakan adanya kekurangan pada sasaran nasehat, lalu menganggap bahwa dirinya lebih utama darinya. Kalau ia merasa tidak mampu memperbaikinya, biarkanlah selama kurang lebih sebulan penuh, lalu janganlah diceritakan aib yang ia lihat itu, kecuali kepada pemimpin usrah saja. Setelah itu, tetaplah dalam keadaan mencintai dan menghargainya, sehingga Allah swt. menetapkan keputusan-Nya.
Sedangkan untuk akh yang dinasehati, waspadalah jangan sampai engkau berubah sikap, menjadi keras hati kepada akh yang menasehati, meskipun hanya sehelai rambut. Kenapa demikian? karena mahabbah fillah (cinta karena Allah) adalah setinggi-tinggi martabat dalam agama, sedangkan nasehat adalah pilar agama itu. "Agama adalah nasehat." Allah swt melindungi sebagian kalian dari (kejahatan) sebagian yang lain, memuliakanmu dengan ketaatan kepada-Nya, dan memalingkan tipu daya setan dari kami dan kalian Semua.
3. Takaful (Saling Menanggung Beban)
Ia adalah pilar yang ketiga. Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain. Demikian itulah fenomena konkret iman dan intisari ukhuwah. Hendaklah sebagian dari kalian senantiasa bertanya kepada sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). Jika didapatkan padanya kesulitan, segeralah memberi pertolongan selama ada jalan untuk itu. Hadirkan di benakmu kandungan sabda Rasulullah saw. ini,
"Seseorang berjalan (Pergi) dalam rangka memenuhi hajat saudaranya itu lebih baik dari pada itikaf satu bulan di masjidku ini."
"Barangsiapa memasukkan kegembiraan pada ahlul bait dari kalangan kaum muslimin, Allah tidak melihat balasan baginya kecuali surga."
Semoga Allah mengikat hati kalian dengan ruh-Nya. Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Wahai Ikhwan ...
Pada berbagai tugas yang ada di hadapan kalian -jika kalian menyadari- dan pada berbagai pekerjaan yang ada di tangan kalian -jika kalian lakukan- ada sesuatu yang dapat menjamin terwujudnya pilar-pilar ini. Hendaklah kalian senantiasa mempelajari ulang berbagai kewajiban ukhuwah seputar ta'awun, dan masing-masing dari kalian evaluasi dirilah perihal penerapannya. Setelah itu, hendaklah setiap akh berusaha untuk hadir di setiap pertemuan yang telah disepakati, dan segeralah sisihkan dari harta yang dimiliki untuk kas usrah-nya hingga tidak ketinggalan seorang pun untuk menunaikan tugas-tugasnya.
Jika kalian telah menunaikan berbagai kewajiban -baik individu jamaah, maupun harta- ini, tidak syak lagi, pilar-pilar usrah ini akan segera terwuiud. Apabila kalian mengabaikannya, maka sistem ini akan berangsur rapuh dan matilah akhirnya. Pada kematiannya ada kerugian besar bagi dakwah, padahal ia adalah harapan Islam dan kaum muslimin seluruhnya.
Banyak di antara kalian yang mempertanyakan, "Kesibukan apa yang sesungguhnya ada pada mereka dalam pertemuan rutin usrah?" Pertanyaan itu mudah saja jawabnya. Lagi pula, alangkah banyaknya tugas-tugas yang mesti diselesaikan, namun betapa sedikitnya waktu yang tersedia. Adapun agenda yang hendaknya menyibukkan anggota usrah dalam pertemuannya. adalah antara lain:
1. Setiap akh menyampaikan persoalannya, sementara yang lain ikut terlibat membahas dan mencari penyelesaiannya. Semua itu dalam suasana ukhuwah yang tulus dan orientasi yang jernih hanya bagi Allah swt. Pada yang demikian itu ada proses peneguhan tsiqah dan pengokohan ikatan hati, "Orang mukmin adalah cermin bagi saudaranya," juga agar dapat terwujud sebagian saja dari apa yang disabdakan Rasul saw., "Orang-orang mukmin, dalam hal kasih sayang dan sikap lemah lembutnya itu ibarat jasad yang satu. Jika salah satu anggotanya mengeluh, maka anggota yang lainnya ikut merasakan dampaknya; demam dan tidak bisa tidur."
2. Telaah seputar persoalan Islam dan membaca berbagai risalah dan taujihat yang ditelorkan oleh pemimpin umum yang ditujukan untuk usar. Tidak ada tempat di majelis usrah bagi perdebatan, perang mulut, atau pelampiasan emosi dengan mengangkat suara tinggi-tinggi. Itu semua haram hukumnya menurut fiqih usrah. Yang dibenarkan adalah: penjelasan dari minta penjelasan, itu pun harus dengan memperhatikan batas-batas etika dengan keutuhan sikap saling menghargai dari seluruh anggota. Jika ada suatu usulan atau komplain, naqib (ketua forum) hendaklah menampungnya untuk kemudian menyampaikannya kepada pemimpin. Allah swt. telah mencela beberapa kaum sebagaimana firman-Nya,
"Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanahan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya."
Lalu Allah swt. menjelaskan bagaimana yang seharusnya,
"Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Allah dan Rasul-Nya)." (An-Nisa: 83)
3. Studi terhadap berbagai buku yang berguna. Setelah itu hendaklah para akh berusaha mewujudkan makna ukhuwah dalam berbagai lapangan kehidupan, yang ia tidak mungkin tercakup dalam buku-buku dan tidak pula termuat dalarn berbagai taujih. Rasulullah saw. mengisyaratkannya, antara lain: membesuk yang sedang sakit, memenuhi hajat akh yang membutuhkan meski hanya dengan kata-kata yang menghibur, mencari informasi tentang akh yang absen, mendekati terus-menerus akh yang 'terputus', dan lain-lain. Semua itu menambah ikatan ukhuwah dan semakin mengukuhkan rasa cinta dan ikatan dalam jiwa.
Untuk menambahkan kuatnya ikatan antar ikhwan, mereka harus memperhatikan hal-hal berikut:
1. Mengadakan rihlah tsaqafiyah (semacam studi tur) dengan mengunjungi berbagai peninggalan sejarah, pabrik-pabrik, dan sebagainya.
2. mengadakan wisata bulan purnama.
3. mengadakan wisata sungai dengan berdayung sampan.
4. Mengadakan wisata gunung, bukit, taman, dan sebagainya.
5. mengadakan wisata sepeda.
6. Puasa bersama sehari dalam sepekan, atau sehari dalam dua pekan.
7. Shalat shubuh bersama di masjid sekali sepekan.
8. Berusaha untuk dapat mabit (bermalam) bersama sekali sepekan sekali dalam dua
pekan.

Evil Dead Rise, Cerita baru dari kisah buku pembebas roh jahat


Pertama kali nonton seri Evil Dead adalah seri ke-2 yang rilis tahun 1987. Meskipun demikian saya yang kelahiran 1991 baru menyaksikannya mungkin sekitar tahun 2006 di televisi. Dan saya mendapatkan kesan yang bagus sampai sekarang.

Sisanya, seri evil dead yang pertama (1981) baru saya tonton dari file hasil download di PC, dan seri-seri berikutnya yang hanya baca review dan sinopsis yang bertebaran secara online. Kenapa demikian? saya rasa kesan di film seri ke-2 ini sudah cukup dan saya tidak ingin merusak kenangannya.

Keunikan Cerita Evil Dead

Setelah saya melihat 2 film Evil Dead yang pertama, saya sudah melihat betapa unik cerita dari seri film satu ini. Evil Dead pertama saya merasakan aura horor ya layaknya film horor. Sementara di seri ke-2 saya mendapatkan kesan bahwa ini adalah film horor-aksi.

Ash adalah karakter sentral di 3 seri Evil Dead jaman dulu, yang berhasil mengantarkan sebuah cerita yang ternyata tidak sedangkal yang di duga. 

Remake Evil Dead tahun 2013 pun, meskiupun saya belum pernah menontonnya, mendapat respon yang cukup positif dimana ceritanya masih menjaga kesinambungan dari seri jadul-nya. 

Instalment ke-5 dari Evil Dead pun akan rilis tahun ini. Bertajuk Evil Dead Rise, rasa-rasanya akan menyuguhkan cerita yang lagi-lagi unik khas dari Evil Dead Franchise.

Sam Raimi dan Kesinambungan Cerita

Yang menjadi daya tarik adalah hadirnya Sam Raimi dalam "Memastikan" cerita yang bersambung. Tentu ini menjadi pengikat bagi para penonton dan penikmat seri evil dead lama, sekaligus mengundang generasi muda untuk menikmati keseruan di suasana yang terbaru.

Dulu sempat berhembus isu, jika dua varian Evil Dead yaitu yang dulu (1981, 1987, dan 1992) akan yang sekarang (2013, 2023) pada akhirnya akan bergabung dalam sebuah film final. Tentu ini adalah sebuah kisah yang menjanjikan, terlepas apakah rencana ini memang benar akan terwujud atau hanya rumor semata.

Yang jelas, bagi saya yang terkesan dengan keunikan ceritanya, film ini layak untuk di tunggu dan kita nantikan kehadirannya.



Duka Cianjur selesai, Kini saatnya Cianjur Pulih



 21 November 2022, Gasol, tepatnya di Laboratorium Komputer SMP IT Baitul Ilmi. Saat itu saya tengah mengajar bagaimana cara mengukur kecepatan internet. Tak terduga, terjadi sebuah gerakan yang membuat konsentrasi kami buyar. Sebuah gempa terjadi.

Dalam sekejap, para siswa berkumpul diluar, dengan berbagai kondisi histeris, menangis, sebagian dipapah dan bahkan sebagian lagi tidak sanggup sekalipun hanya duduk. Sebagian siswa luka-luka, begitupun beberapa guru terluka setelah berusaha menyelamatkan siswa dalam proses evakuasi.

Pemandangan lebih mengerikan sekaligus menyedihkan berada di sekitar lingkungan sekolah. Bagaimana saya melihat orang-orang yang terluka, berlari kesana kemari untuk mencari pertolongan, ambulan yang dengan kecepatan tinggi terus bergerak, sementara akses jembatan dan longsor memutus jalan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Cianjur berduka sudah selesai

Saya dan teman-teman relawan merumuskan cara membantu terbaik untuk para warga yang terdampak bencana gempa bumi. Banyak saudara dan teman yang peduli dengan kondisi ini, berhari-hari, minggu demi minggu, hingga kini menginjak 1 bulan. Cianjur beranjak pulih meski masih tertatih.

Saya melihat optimisme bahwa duka ini lambat laun akan hilang, cukup kejadian ini menjadi kisah dan cerita bagian dari hidup kami, namun tidak sampai menimbulkan luka abadi di hati kami. 

Tentu saya dan teman-teman merasakan dampak yang sangat besar dari bantuan berbagai pihak. Kami kini bergerak menuju pemulihan yang lebih baik.

Tidak ada kata-kata yang bisa saya sampaikan lebih panjang lagi, hanya satu harap saja. Semoga duka ini segara selesai. 

Salurkan bantuan anda melalui yayasan kita peduli Cianjur :

Cristiano Ronaldo, dan ilusi senioritas

 "Saya tidak menghormati manajer (Erik Ten Hag) karena dia tidak menghormati saya", 

Kira-kira itu potongan wawancara yang menjadi pemicu viralnya pemberitaan tentang Cristiano Ronaldo akhir-akhir ini. Meskipun, ketika saya melihat transkrip utuh dari wawancara ini, saya menilai niat Ronaldo ini sebetulnya baik. Hanya saja sebuah kebaikan seringkali disalah artikan jika tidak menggunakan metode yang tepat untuk menyampaikannya.

Lantas apa sebenarnya yang terjadi dengan Ronaldo ? dan bagaimana ini bisa terjadi ? Serta perlu kita sadari apa yang terjadi pada Ronaldo, bisa saja dan atau mungkin pernah terjadi juga pada kita. Lantas bagaimana menyikapi dan mengantisipasinya ? Berikut ulasannya.

Catatan Kisah Sang Legendaris




Apa yang terjadi pada Ronaldo, tidak terlepas dari kisah perjalanan karirnya yang luar biasa. Berawal sejak tahun 2002 dari klub Portugal Sporting Lisbon, beranjak ke klub yang mengantarkan karir Ronaldo ke puncaknya, yaitu Manchester United. 

Kondisi di puncak ini tidak cepat menurun, apalagi di padu padankan dengan rangkaian perjalanan lain seperti ketika di Real Madrid yang fenomenal. Peralihan karir ke Juventus, mungkin adalah titik balik yang merubah perjalanan Ronaldo menjadi agak menurun.

Manchester United menjadi pelabuhan terkini dari sang legendaris, yang apa lagi, di klub ini Ronaldo di elu-elukan bak pahlawan, superhero yang kembali pulang. Kehadiran Ronaldo seperti menjadi sebuah harapan dan cahaya baru yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar The Red Devils. Tapi, tanpa disadari kondisi ini memicu "penyakit" yang lebih lanjut akan menjadi momentum kemerosotan karir dari seorang Ronaldo.

Saya tidak akan berbicara tentang hal teknis sepakbola, bagaimana manajemen berjalan, kondisi di lapangan, strategi permainan, atau hal-hal taktis lainnya. Saya akan berbicara dengan sudut pandang lain, dengan menyadari bahwa setiap dari kita berpotensi sama seperti Ronaldo, berpotensi menjadi seorang senior yang legendaris, dan tanpa sikap yang bijak, kita seperti sedang memupuk proses kejatuhan yang menyakitkan.

How It's Work ?

Di tempat lain, di tempat teman saya bekerja, saya mendengar cerita bahwa ada salah seorang karyawan senior di sana telah resign, atau saya menduga "di paksa resign". Saya pernah bertemu dengan sosok karyawan senior ini, sejujurnya dia adalah orang baik, orang yang seringkali bekerja dengan totalitas, dan saya sering terlibat dengan diskusi bagaimana idealisme-nya di tempat kerja. 

Tapi bagaimana sosok karyawan, yang terlihat begitu profesional ini, tiba-tiba memutuskan resign ? Sekali lagi ini dugaan, bagaimana seringkali karyawan ini bergumul dengan perasaannya sendiri tatkala menghadapi kebijakan perusahaan yang tidak sesuai dengan isi pikirannya. Lamanya pengalaman kerja, menjadikan karyawan ini merasa bahwa pandangannya adalah yang paling benar, setidaknya berdasarkan catatan di masa lalu dan perbandingan dengan perusahaan lain yang telah ia kenal. Belum lagi, jika pemegang kuasa atas kebijakan ini berusia lebih muda, baik secara harfiah, ataupun memang secara pengalaman yang masih kurang.

Belum lagi, status yang disandang oleh karyawan ini sebagai karyawan senior yang pernah mendapat predikat karyawan terbaik di tahun-tahun sebelumnya, menjadikan kondisi lebih rumit lagi. Para karyawan baru yang berada di posisi lebih muda, menaruh rasa hormat, kagum dan segan terhadap karyawan ini, yang pada akhirnya membuat beliau terasa nyaman. Namun kenyamanan ini tidak ia dapatkan pada sikap atasan yang seakan-akan mengabaikan kondisinya, mengabaikan pandangan-pandangannya dan bahkan seperti tidak menganggapnya ada. 

Maka kita bisa menebak yang terjadi pada adegan-adegan berikutnya, mulai menurunnya profesionalitas, hilangnya kepercayaan pada atasan, hingga tuntutan memperoleh sikap hormat dari atasan dan perusahaan, yang semakin berjalannya waktu, tentu saja itu tidak mungkin terjadi. Di sisi lain, atasan atau manajemen mulai memberikan peringatan, ancaman, atau bahkan tekanan-tekanan yang membuat karyawan ini semakin tidak nyaman. 

Pada akhirnya, saya mendengar informasi bahwa karyawan ini telah resign setelah menghadapi berbagai kondisi ketidaknyamanan yang terus bertambah besar. Kenapa ini bisa terjadi ? Dugaan saya berikutnya adalah karyawan ini berspekulatif kalau di perusahaan ini sudah tidak mungkin lagi memperoleh kenyamanan kerja, atau memang karena disebabkan karakternya yang tidak baik maka perusahaan pun membuat keibjakan yang secara halus "menyingkirkan" karyawan ini.

Ilusi Senioritas

Yang menjadi kesamaan dalam kisah Ronaldo dan karyawan di atas adalah, keduanya terjebak dalam ilusi senioritas. Yaitu ilusi bahwa semakin berumur kita, semakin banyak pengalaman, ilmu dan prestasi yang kita torehkan, maka kita semakin layak untuk di hormati.

Padahal, sebagai manusia kita harus menyadari, bahwa hidup tidak berjalan seperti itu. Seringkali kita berada di posisi di atas, dengan segala prestasi, pujian, capaian dan predikat lainnya, tapi yang harus kita sadari adalah bahwa itu tidak permanen. Suatu hari nanti, kita akan bergerak turun kebawah, sehingga orang-orang lupa dengan berbagai capaian itu, tidak peduli dengan isi pikiran dan berbagai pengalaman kita, dan kita akan di abaikan. Maka kunci keberhasilannya adalah satu : Konsisten dalam kebenaran dan kebaikan.

Kembali berbicara tentang Ronaldo, saya rasa sebuah kebetulan yang sangat tepat apabila kita bercerita pula tentang Lionel Messi. Messi adalah seorang pemain yang lebih tepat disebutkan sebagai seorang legenda sejati, bayangkan saja, jika Ronaldo dalam 20 tahun telah berganti 4 klub, Messi sejak awal karirnya hingga puncak kesuksesannya bertahan di satu klub saja, yaitu Barcelona. Bayangkan betapa seniornya posisi Messi di Barcelona pada saat itu. 

Akan tetapi, pada akhirnya karir Messi di Barcelona harus berakhir, dan ia melanjutkan karir di Paris Saint Germain (PSG). Alih-alih bersikap layaknya legenda dan pemain senior, saya melihat di PSG, Messi menjelma menjadi orang yang berbeda. Tidak banyak aksi di dalam atau di luar lapangan, ia berperan seperti "pelayan" bagi pemain-pemain lain seperti Mbappe dan Neymar. Singkatnya, ia tidak bersikap layaknya senior yang ingin di hormati, meskipun ya, dunia mengakui bahwa ia adalah Greatest Of All Time (GOAT) seorang pemain sepak bola.

5 Film yang membuat Trauma

Sebagian orang menonton film adalah salah satu hiburan yang efektif. Harapannya setelah selesai menonton film kita siap untuk beraktifitas kembali di kehidupan nyata. Ya, menonton film seperti sejenak melupakan hidup, membayangkan kehidupan yang lain yang penuh aksi, komedi atau bahkan tragedi.

Tapi bagaimana dengan film-film berikut ini ? Saya tidak menemukan hal itu, yang ada saya trauma dan berfikir ulang kalau-kalau saya harus menonton kembali film ini. 

Oke berikut ini adalah film-film yang membuat saya trauma dan tampaknya 'nggak deh' buat nonton ulang,

1. Midsommar


Liburan di perbukitan, hamparan rumput hijau, komunitas yang ramah yang tampak bahagia, rasanya adalah tempat yang cocok untuk melupakan sejenak kehidupan dan kesibukan hiruk pikuk perkotaan. Sayangnya, premis yang begitu indah dan membahagiakan ini tidak bertahan lama, menjelang babak selanjutnya dari film ini mulai membuat hati tidak nyaman. 

Menyaksikan adegan orang yang bunuh diri (yang tidak langsung mati) adalah adegan yang cukup membuat saya, "OK, Stop.. that's sick..". Belum lagi adegan lain yang..... (not responding)

Pernah gak kalian lihat tempat ayam bertelur dari mayat manusia ?

2. SAW 3


Oke, ini adalah film yang pada saat itu, saya sanggup menyelesaikannya sampai selesai. Nonton di tv lokal, sensor, tengah malam, setengah kantuk plus iklan menyelamatkan saya dari kengerian visual yang ada. Meskipun setelah selesai nonton saya malah merasakan mimpi buruk selama beberapa hari dengan membayangkan "kalau si jigsaw ini beneran ada....."

Yang membuat pikiran saya terganggu sebenarnya bukan metode pembunuhan atau penyiksaannya, tapi lebih ke latar belakang jigsaw memilih korban yang "panteesss.."

Tapi, pas lihat ke cermin... bukankah kita juga memiliki kesamaan dengan para korban yang di pilih jigsaw ? (langsung nengok ke belakang)

Review : SAW 3

3. Hellraiser


Saya tidak pernah melihat seri hellraiser baik itu yang ori maupun film-film lanjutannya. Saya hanya baca-baca dan tertarik dengan ide bahwa neraka, bagi sebagian orang adalah tempat yang 'menyenangkan'. 

Baru kemudian saya menyaksikan seri hellraiser terbaru yang di distribusikan oleh Hulu, dan.....

Sekali lagi buka visual gore-nya yang membuat saya mual dan bergidik, akan tetapi lebih ke alur cerita yang membuat saya pusing. 

Disini diceritakan kalau hampir semua orang saling menipu dan saling menjebak untuk kepentingannya masing-masing. Resikonya adalah nyawa dan siksaan yang tidak pernah mati dan selesai, ya kita anggaplah neraka. Sakitnya, tidak ada ruang untuk emosi merasakan sedih disini, saya di paksa untuk melihat setiap orang di culik dan di siksa oleh cenobite tanpa ada ruang untuk bersimpati.

Belum lagi masalah logika dan keimanan yang sudahlah... saya kapok melihat rantai raksasa yang turun dari langit.

4. Pet


Film ini sebenarnya menarik, jujur saya suka dengan penceritaan sepanjang film ini yang membuat saya bertahan untuk menyaksikan adegan demi adegan. Namun semua itu berakhir dengan twist di penghujung film yang membuat saya shock berat.

Oke.. inilah jadinya kalau kita terlalu bersimpati pada salah satu tokoh dari film. Saya hanya berharap semoga penulis naskah ini melanjutkan tulisannya hingga si tokoh hidup bahagia. Iya. Itu aja.

5. Jurassic World : The Fallen Kingdom


Saya adalah fans berat dari seri film jurassic Park, meskipun banyak yang mengkritiknya, tapi Jurassic Park ke - 3 adalah sebuah cerita yang paling favorit bagi saya. Begitupun dengan jurassic World pertama yang hingga saat ini saya sering memutar musik jurassic park theme guitar-nya yang ikonik.

Tapi di seri ke-dua, The Fallen Kingdom, melihat para dinosaurus dipaksa mati akibat bencana. Please, that so make me very hurts...

Wahai anda, siapapun yang menulis naskah, sutradara atau yang mengungkapkan ide agar para dinosaurus ini mati akibat bencana... dan khususnya anda yang meletakan adegan para dinosaurus tenggelam, dan brachiosaurus tertutup asap... anda.... andaaaaaaa...... 


Honorable Mention :

Hereditary : Sepanjang film nggak fokus gara-gara kepala bocah kena tiang

Salo or The 120 Days of Sodom : Weks.. weks.. weks... 

The Mist : B aja

Vanilla Sky : ............................................. 


[Bonus]

6. Seri Godzilla terbaru


Hah ??? gimana ?? 

Ya maaf... kalau emang gitu, tapi ya gimana ya... ada kadal raksasa, bisa tarung, bisa nyembur laser biru, dan mengalahkan monster-monster raksasa. Iya maaf... maaf... bagi fans khususnya dari Jepang yang godzilla ini menjadi bagian dari sejarah perfilman disana sekali lagi.. maaf

Tapi gimana ya... apakah karena ada GOD-nya kemudian kadal ini jadi penyelamat manusia ? tapi kerusakannya...

Tapi saya fans Godzilla sih... Iya Godzilla 1999..

Buku Informatika untuk tingkat SMP

Mata pelajaran Informatika sudah berjalan hampir 4 tahun lamanya. Bahkan di kurikulum terbaru, Mata pelajaran Informatika menjadi mata pelajaran wajib se-rumpun dengan mata pelajaran eksak yaitu Matematika dan IPA. Untuk membantu pembelajaran, maka di terbitkanlah buku-buku oleh pemerintah. Berikut ini adalah beberapa buku informatika baik untuk guru maupun untuk siswa.

Informatika dalam Kurikulum Merdeka


Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim mencanangkan perubahan kurikulum di masa pandemik. Dengan bertajuk program merdeka belajar, kemudian menyusul pengesahan kurikulum merdeka. Berbagai satuan pendidikan, mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi menerapkan kurikulum ini. 

Banyak perbedaan yang terasa sejak penerapan kurikulum merdeka, khususnya yang dilaksanakan oleh para sekolah dan guru penggerak. Salah satu perubahannya adalah berubahnya status mata pelajaran informatika menjadi mata pelajaran wajib. Dan yang lebih menarik lagi, Informatika menjadi satu rumpun dengan mata pelajaran Matematika dan IPA.

Hal ini tentu menjadi sebuah nafas baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. Sumber daya manusia dan perkembangan generasi muda yang melimpah adalah sebuah potensi yang besar dalam perkembangan bangsa ini. Kita pernah merasakan di kurikulum sebelumnya, mata pelajaran TIK hanya mencetak generasi konsumerisme yang hanya tahu cara memakai komputer saja. Tidak salah memang, hanya saja sangat disayangkan jika bangsa sebesar ini hanya dijadikan lumbung uang oleh para produsen IT di luar sana.

Keberadaan dan perubahan TIK menjadi Informatika akan menghadirkan sebuah generasi yang tidak hanya terampil dalam hal teknis, serta memiliki wawasan yang luas dan cakap dalam berfikir logis. Dimana di masa depan beberapa keterampilan ini penting untuk dimiliki oleh generasi muda. 

Satu keterampilan yang paling penting dan yang menjadi landasan dalam mata pelajaran Informatika adalah keterampilan berfikir komputasi. Dimana keterampilan ini akan melatih para peserta didik untuk berfikir dengan pendekatan matematis dalam upaya menemukan solusi paling efektif dalam kehidupan (Problem Solving). Menariknya, teknik berfikiri ini memiliki kelebihan yaitu penggambarannya yang sistematis berdasarkan langkah-langkah yang logis (algoritma). Kemampuan berfikir komputasi ini kemudian bisa di terjemahkan menjadi sebuah algoritma komputer yang bisa diterapkan pada program atau robot.

Maka informatika menjadi sebuah visi masa depan, bahwa generasi ini harus mampu bersaing di dunia global sebagai kreator dan sebagai inovator dalam upaya pemecahan masalah yang dihadapi oleh dunia, apapun teknologinya.

Buku Informatika

Pemerintah melalui menteri pendidikan lantas menerbitkan buku untuk mendampingi proses pembelajaran informatika di setiap satuan pendidikan. Berikut ini link download untuk buku-buku tersebut,

Buku Informatika kelas 7

Buku Siswa [Download]
Buku Guru [Download]

Buku Informatika kelas 8

Buku Siswa [Download]
Buku Guru [Download]

Sementara untuk buku informatika kelas 9 hingga saat ini belum tersedia.

Selain itu, untuk mendukung pembelajaran saya sendiri menulis buku pendamping khusus untuk digunakan
di SMP IT Baitul Ilmi. Dengan sentuhan nilai-nilai Islam serta kekhasan pondok pesantren, yang dengan semangat bahwa generasi muda muslim harus tetap bersaing dalam perkembangan teknologi di masa depan.

Umtuk mengakses buku informatik karya saya pribadi, silahkan untuk mengunjungi link berikut,


Demikian informasi terkait buku informatik di tingkat SMP pada kurikulum merdeka. Semoga bermanfaat.

Menjadi Insan yang Bermanfaat



Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan nama. Sebuah peribahasa yang baiknya pada artikel kali ini kita renungkan bersama. Nama seperti apa yang kelak akan abadi meskipun kita sudah meninggal dunia ? 

Manusia tidak abadi, Tetapi bisa hidup abadi


Manusia sejatinya hanya hidup dalam kurun waktu tertentu saja. Itulah usia biologis, dimana setiap sel dalam tubuh kita secara sistematis akan mengalami kematian. Secara ilmiah, tidak ada yang abadi. Akan tetapi manusia memiliki potensi untuk hidup abadi selamanya. Keabadian ini bukan secara fisik tentunya, tetapi secara makna dan jasa.

Keabadian ini berupa nama yang dikenang, terkenal karena berbagai kebaikan dan jasa. Tentu saja nama yang demikian tidak serta merta diperoleh oleh manusia. Kualitas nama yang demikian adalah akibat dari kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan selama hidupnya.

Kebaikan yang berlapis


Tidak, bukan hanya sekedar berbuat baik saja, akan tetapi berbuat kebaikan yang paling utama. Dan Rasulullah SAW telah mengisyaratkan tentang kebaikan jens ini.

عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »
Artinya: "Dari Jabir, ia berkata,”Rasulullah Saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Manusia siapapun bisa berbuat baik, akan tetapi Rasulullah SAW menegaskan yang terbaik dari jajaran manusia baik itu adalah yang paling bermanfaat. Berbuat baik yang terbaik adalah dengan menebar kebaikan sekaligus menebar manfaat yang akan membantu banyak orang.

Nilai manfaat ini bisa berupa solusi, informasi, tenaga, jasa dan apapun potensi yang kita miliki. Akan
tetapi sejatinya, nilai manfaat ini adalah ketika berinteraksi dan saling membantu dalam mencegah keburukan dan mendorong dalam kebaikan.

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Sebagian di antara mereka ada orang-orang yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. – (Q.S Ali Imran: 110)

Manusia terbaik dalam umat terbaik adalah manusia yang beriman yang menebar manfaat seluas-luasnya agar saudara-saudaranya selamat. Bayangkan betapa mulia derajat manusia yang satu ini.

Hidupnya fokus untuk berdakwah dan dalam upaya memberi manfaat sebesar-besarnya. Ia akan risih dan tak nyaman tatkala melihat keluarga, saudara, teman atau bahkan orang asing sekalipun hidup dalam kesusahan. Ia akan berupaya dengan segenap potensinya untuk memberi manfaat agar kesusahan itu sirna.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Potensi Kebaikan Yang Spesifik


Setiap manusia memiliki potensinya masing-masing yang kebanyakan berbeda setiap individunya. Mulailah berhenti sejenak dan membaca setiap karunia yang telah Allah berikan pada kita. Karunia dan potensi yang telah Allah titipkan pada kita itu adalah sebuah kesempatan emas untuk berbuat kebaikan yang terbaik demi mewujudkan umat terbaik.

Terakhir, keabadian bukan hanya sekedar nama yang dikenang, akan tetapi bisa berupa nilai pahala yang tak pernah terputus dan mengalir meski kita sudah tiada. Keabadian pahala ini adalah investasi yang berharga yang tentunya akan menyelamatkan kita di akhirat kelak.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Finally, Saya Coba Bekam

Bertahun lalu saya kenal denga praktek pengobatan yang satu ini, dengar kajiannya, faham dalil nya, tahu manfaatnya, tapi belum pernah coba sekalipun praktek pengobatan yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad ini.

Sampai obrolan tadi pagi dengan istri ( Apa..??? Admin blog sudah punya istri.???? makanya baca artikel welcome to the new life ) yang sedang olah raga di lapang joglo prametawa sari (ini nggak tahu bener apa nggak nulis nya, soalnya baru juga olah raga nulis disana ), mengajak saya untuk ber bekam.

layaknya dayung bersambut, saya langsung meng-IYA-kan, "Yuk Bekam..!!"
Ini alat bekam.. Ini ibu Budi...

habis olah raga kita langsung kesana, namun Allah menguji keteguhan keinginan kami, "Maaf Kang belum buka, sejam setengah lagi baru buka.." Tapi karena kami sudah yakin dan kuat maka kami putuskan....

"Maaf teh lain kali aja..."

-------------------------------------------------------------------------------- Part 2

Hari sudah menjelang sore, setelah makan yang cukup, tidur yang cukup, main game yang cukup, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat pergi ke...

Tukang Jahit.

Emosi kami kembali diuji dengan tukang jahit yang nggak ngerti keinginan baju yang akan kami buat. Sampai kami menyerah dan bilang,"Mangga Kumahakeun we lah pak.."

Akhrinya dengan emosi, dada yang terbakar, semangat penuh perjuangan, dan mata yang menyala-nyala kami tancap gas ke..

----------------------------------------------------------------------------- Part 3

"A kan kita mau bekam..?? Jadi gak..?"
" Oh iya.. aa lupa.."

Jadilah kami mampir ke sebuah klinik bekam. 

" Kang Sakit gak di bekam ?" tanya saya ke petugas.
"Ah nggak.."
"Bakal lemes..?"
"Hmmm... jarang sih.. tapi pernah ada pasien yang pingsan... terus ada juga yang gak bisa gerak akibat lemes selama tiga hari.."Sambil cengengesan petugas nya.
"Oh hahaha..." tertawa ringan.
(Obrolan ringan sore...)

------------------------------------------------------------------------------ Epilog

'Penasaran gak dengan bekam..?? enak lho...

udah sehat, sunnah lagi.. pokok e maknyuss

mau..??? coba saja sendiri..

Welcome to The New Life

Di artikel sebelumnya, hmmm satu tahun sebelumnya.. -_-"

Saya berbicara tentang betapa dag-dig-dug ser nya menghadapi tahun 2017. Tahun yang saya yakini akan merubah segalanya, mulai dari hal-hal yang tidak penting untuk diperhatikan, sampai hal-hal yang saya anggap penting untuk dinanti-nantikan.

(Baca Lagi artikel saya : http://al-hadad.blogspot.co.id/2016/12/2017-tahun-macam-apa-ini.html)

Tapi siapa sangka di 2018 ini semua benar-benar berubah total.. (maaf saya ingin menggunakan huruf kapital boleh ? Boleh..?? bagus..) TOTAL..!!

diawali pada tanggal 3 januari 2017, dengan skenario yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya, jadilah saya khitbah dengan seorang gadis yang sholihah. Prosesi yang sederhana dan khidmat adalah jalan Allah mempertemukan kita.

Satu bulan berikutnya, tepatnya 12 Februari 2017, kita pun melangsungkan akad dan resepsi pernikahan. Masya Allah, 26 tahun saya lamanya menanti momen-momen ini.

Ey jangan iri yaaa...
Terhimpunlah kini dua insan yang saling mencintai tanpa syarat. Berjalan atas syariat dengan harapan untuk saling menyempurnakan agama. bulan dan bintang, matahari menjadi saksi sejarah kita...

eh... kenapa artikel nya jadi begini ? sudah-sudah jangan menyerobot lahannya habiburrahman el syiraji.. hehe

intinya, pra dan pasca pernikahan ini, masyaAllah, betapa Maha Baik Allah, terlalu nikmat dan seru hidup ini sampai-sampai blog ini terlupakan.. (halah..)

mulai dari belajar berumah tangga, dapat amanah pekerjaan yang lebih banyak, sampai perkuliahan yang padat.

intinya inilah hidup baru yang saya jalani saat ini, setiap detiknya adalah tantangan, kesempatan, dan keberkahan. Lelah, capek, jenuh, sedih, ya pastinya ada juga.. tapi apa bedanya coba ? ayo tebak..??? iya..!! betul..!! sekarang saya sudah punya istri tempat curhat..!! alhamdulillah.. bukan curhat ke blog sambil nunggu viewer dan komentar yang tak kunjung datang, dan rating yang ada di dunia antah berantah..( HAHAHAHAHA...  :(    )


Sudah lah, saya akan nge blog lagi, pekerjaan sudah agak lebih ringan, rumah tangga sudah mulai tertata, demi penghasilan tambahan dan tentu saja TUGAS KULIAH. *ups

sudah ah.. saya akan berangkat kuliah... *kecup istri mesra

nb : lagi merayuk google agar adsense nya aktif lagi...

2017, tahun macam apa ini?

Tahun 2017 ? Siapa sangka usia kita sampai hingga saat ini. Banyak cerita, iya kan?

Oke tahan dulu semua ceritamu, karena banyak yang harus kita persiapkan tahun depan. Betul?

Baik, intinya semua yang akan kita jalani di tahun yang baru harus di awali dengan keinginan memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas diri.  Kenapa? Karena tantangan akan menjadi semakin lebih berat, sementara cita-cita akan diuji komitmennya, keseriusannya, dan kekuatannya.

Perbaiki apa saja tahun lalu yang dirasa masih ada kekurangan. Jika kita konsisten dengan perbaikan itu, wow pastilah kesuksesan itu dapat segera diraih.

Oke kita lanjut berbicara teknis, siapkan alat tulisnya anak-anak..!!

Resolusi..!! Apa resolusimu tahun depan?

Catat setiap target dan tentukan skala prioritasnya. Urut dengan skala realistisnya, yang paling mungkin diwujudkan dengan biaya murah, dan yang paling sulit dengan biaya yang lebih mahal.

Setelah dapat datanya, nah kita bisa menyusun strategi terbaik untuk meraihnya. Mulai dari mana yang bisa kita segerakan, sampai mana yang bisa kita tunda. Bahkan mungkin saja ada beberapa resolusi yang harus di hapuskan karena tidak mungkin untuk diwujudkan.

Terakhir, jangan berhenti hanya di pergantian tahun saja. Coba evalusi kembali secara berkala setiap resolusimu dengan rentang waktu tertentu, bisa sebulan sekali atau beberapa bulan sekali.

Dan tidak kalah penting..!! Jangan merayakan pergantian tahun baru.. Jangan pernah..!!

Kenapa..??

Jangan pernah..!!

Jepp..

Menjadi Sukses ? Ini yang Harus Kita Renungkan

“Prof. Anu, lulus sekolah tahun 1997, kemudian melanjutkan S1 hingga lulus tahun 2001 dan S2 pada tahun 2004. Mendapat gelar professor di usia yang relatif muda yaitu pada umur 30 tahun. Telah membangun kerjaan bisnis sejak remaja, hingga kini berhasil meraih omzet milyaran rupiah per pekan.”

Sejenak ketika kita melihat biografi orang-orang sukses, mungkin kita akan sedikit menghela nafas. Perjalanan hidup mereka seakan mudah, dan terkonsep hanya untuk kesuksesan, dan terkadang tidak jarang pula berbanding terbalik dengan yang kita alami saat ini.

Perjalanan yang terlihat nampak sederhana itu setidaknya berhasil memukau kita. Yah meski perjalanan hidup yang sebenarnya tidak mampu kita baca secara utuh hanya sekedar dari beberapa kalimat saja bukan.?

No Pain No Gain

Tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan, mungkin itu kalimat yang tepat untuk tetap menyadarkan kita bahwa segala sesuatu itu membutuhkan usaha. Entah maksud apa yang ingin di sampaikan oleh banyak orang penulis biografi orang-orang sukses, yang pasti kita nampaknya harus tetap membumi.

Kenyataannya, dan saya yakin 1000% bahwa berbagai kesuksesan yang telah seseorang raih itu pasti didapat setelah melalui berbagai perjuangan dan kendala. Ini adalah sebuah mekanisme kehidupan, sebuah sunnatullah yang pasti terjadi pada setiap diri manusia yang telah Allah tentukan kadarnya.

Dari ilustrasi diatas saja misalnya, kita tidak bisa meraih informasi yang sempurna terkait apa saja hal yang terjadi sepenjang usia mudanya. Pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana kondisi kekayaan keluarganya, kondisi mental atau IQ-nya, berapa kali mengalami kegagalan, depresi dan frustasi, dan berbagai pertanyaan lainnya. Kita akan mengira-ngira berbagai hal yang mungkin saja telah ia alami demi meraih kesuksesannya tersebut.

Katakanlah ini merupakan sebuah prasyarat yang harus kita tempuh demi meraih kesuksesan yang di inginkan. Karena itu, saya pribadi senantiasa menggunakan sebuah teks biografi sederhana itu hanya sebatas motivasi atau bahkan hanya sekilas info saja.

Kesuksesan Berlandaskan Tauhid

kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.
 
Q.S. Surah Ali Imran Ayat 89

Dari penggalan ayat diatas, dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lainnya telah menjelaskan bagaimana kedudukan manusia di hadapan Allah. Bagaimana kedudukan dan hak yang dimiliki oleh makhluk di hadapan Sang Khalik sebagai pencipta dan pengatur dari segala sendi kehidupan.
Maka ketika berbicara terkait aqidah, maka kita mengenal kata-kata seperti Takdir dan Nasib, Lauh Mahfuz, dan ketentuan-ketentuan lain yang sifatnya absolut disisi Allah. Meski ada berbagai variabel kemungkinan yang memungkinkan perubahan yang terjadi, namun hakikatnya kemungkinan itu pun telah menjadi bagian dari yang telah Allah tentukan.

Sebuah ilustrasi sederhana, dari para sahabat rasulullah misalnya, Abdurrahman bin Auf adalah salah seorang sahabat yang terkenal karena kekayaannya. Dalam peristiwa hijrah pun diceritakan bahwa, Abdurrahman bin Auf telah rela meninggalkan semua harta kekayaannya di Mekah. Akan tetapi, apa yang terjadi setibanya di Madinah ? tidak berselang lama, Abdurrahman bin Auf pun berhasil kembali menjadi orang kaya setelah menguasai perekonomian di Madinah. Sebuah hadist mengatakan, seandainya Abdurrahman bin Auf itu berjalan, maka ketika ia menunduk seolah-olah ia dengan mudah menemukan emas sebesar biji kurma. Hal ini adalah perumpamaan bagaimana Allah begitu memudahkan kekayaan itu bagi Abdurrahman bin Auf.

Namun, tentu timbul pertanyaan, lantas apakah sahabat Nabi yang lain yang miskin, hal itu disebabkan kelalaian dan kemalasan ? Sebagai sebuah komunitas yang hidup paling dekat dengan Rasulullah nampaknya hal itu bukanlah sebuah karakter yang ideal. Kita tahu bagaimana beratnya perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya dalam menegakan agama ini. Maka satu jawaban yang pasti untuk menjawab ini adalah, hal tersebut adalah takdir dari Allah SWT.

Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
Q.S. Surah Hud Ayat 6

Korelasi antara Takdir dan Ikhtiar

Sebelum lebih jauh saya ingin mengingatkan, bahwa bagi kaum muslimin, duniawi dan segala hal yang bersifat materi bukanlah tolak ukur kesuksesan. Kita memahami jika dunia dan segala hal materi tersebut hanyalah sebuah pencapaian ikhtiar guna melanjutkan ke tahap kesuksesan yang lebih hakiki yaitu Syurga.

Karena itu, setelah kita memahami tentang takdir dan berbagai hal yang telah Allah tentukan dalam kehidupan kita, maka kita akan mengupayakan sebuah pencapaian ikhtiar yang terbaik yang bisa di upayakan. Gelar profesor bukanlah sebuah tolak ukur kesuksesan, akan tetapi bagaimana dengan gelarnya tersebut bisa menjadikannya sebagai manusia terbaik yang bermanfaat bagi umat, atau kekayaan itu bukanlah tolak ukur akan sebuah kesuksesan, akan tetapi bagaimana dengan kekayaannya tersebut bisa menjadikan pribadi yang dermawan dan berkontribusi terhadap berbagai perjuangan islam.

Nah, dengan demikian, seorang muslim akan memahami jika takdir dan ikhtiar yang tengah ia jalani sejatinya adalah sebuah jalan untuk meraih “kesuksesan-kesuksesan kecil” dan akan mengantarkannya ke kesuksesan yang lebih besar.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Q.S. Al Ankabut ayat 2
 

Wuah ngantuk..
Belum beres.. nanti lanjut lagi...


Welcome to Pesantren Tahfidz

Assalamu'alaikum...

Di artikel sebelumnya, saya sempat bilang kalau akhir-akhir ini tengah menggeluti kembali dunia blog yang terabaikan. Fokus dengan niche review film, selain dengan niat untuk berbagi juga berharap semoga bisa menjadi penghasilan tambahan. Akan tetapi sayangnya, lagi-lagi, blog tersebut kini terbengkalai.

Sebuah Mimpi

Tahun 2010 silam saya sempat memiliki sebuah impian untuk tinggal disebuah mesjid, sambil kuliah, menjadi marbot, sambil menghafal Al Qur'an. Sebuah mimpi yang sampai saat ini terkadang masih terbayang, meski samar-samar ataupun tercampur dengan mimpi lainnya.

Ya seperti yang sering saya ceritakan, pengalaman 2010 - 2013 adlah pengalaman yang kurang menyenangkan. Mulai dari putus kuliah, sakit keras, hingga motivasi yang drop jatuh berantakan. Ah sebuah perjalanan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Akan tetapi, Allah berkata lain dan sepertinya, Allah masih menyimpan rapi mimpi-mimpi saya itu. Memasuki tahun 2016, saya ditawari oleh murobbi untuk mengabdikan diri di sebuah pesantren tahfidz.

Pesantren tahfidz ini sebenarnya sudah saya dengar sejak lama, sejak pembangunan yang dilakukan tahun 2015 silam. Yang tidak saya perhitungkan adalah adanya kemungkinan saya untuk bergabung disana. Bagaimana tidak, notabene tim asatidz  adalah para hafidz - hafidzoh dan para sarjana bergelar Lc, baik itu dari Mesir atau pun Yaman. Sementara saya sendiri hanya seorang muslim dengan ilmu ala kadarnya saja.

Meraih Hikmah

Tepat 1 Februari, saya mulai tinggal di pesantren dengan jobdesk yang sangat sederhana, hanya menemani santri. Meski tugas yang saya emban terbilang sangat sederhana, akan tetapi saya sangat mensyukuri kesempatan yang telah Allah berikan ini.

Saya tidak melihat ini sebagai pekerjaan, bahkan dari awal pun saya tidak mencari tahu tentang apapun terkait keuntungan secara materi, entah itu gaji atau apa pun lah. Cukup diperbolehkn tinggal di Mesjid pun sudah sangat bahagia.

Alhasil, dengan Job yang sederhana, banyak waktu luang yang saya miliki, dan waktu luang itu saya pergunakan sebaik mungkin untuk menghafal Al Qur'an.

Mungkin artikel ini terlalu cepat untuk di "curhatkan" karena saya sendiri baru tinggal 6 harii di pesantren ini, dan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi sebelumnya.

Terakhir, saya hanya berharap do'a bagi siapapun yang membaca artikel ini, semoga Allah mengkaruniakan rahmat untuk kita semua.

Tambahan :

Artikel ini kesannya serius ya ? itu sebabnya karena lagi seneng....






Tambahan 2 :

Disamping aktivitas baru ini, saya masih menyimpan passion di blog. Meski tidak sering, secepatnya saya akan segera kembali nge blog, baik itu disini, ataupun di filmadiktif.blogspot.com

curhat tambahan ;

saya tidak lagi adiktif sama film lagi, semoga sekarang adiktifnya sama Al Qur'an saja.





Tambahan Terakhir, Serius :

Sebaiknya saya jangan dulu menyebutkan nama pesantrennya ya. Kenapa? Gak enak aja.












Udah gak ada tambahan lagi.


blog review film baru

Salam,

Jadi gini, bermula dari ada koleksi film yang jumlahnya ratusan dan hingga saat ini pun masih seneng download film-film terbaru. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat sebuah blog baru beralamat di filmadiktif.blogspot.com

Isinya tentang apa? sebagian besar isinya adalah review film, dan sebagian kecil lainnya ada berita dan rumor tentang film terbaru, biografi beberapa artis dan fakta-fakta unik.

Sampai tulisan ini di publish, umur blog ini baru sekitar 3 mingguan. Artikel yang ada didalamnya pun baru sekitar 9-10 artikel. Jadi ya masih belum ada yang baru juga sih.

Blog filmadiktif ini hanya iseng saja sih sebenarnya, jadi kalau ada bahasa dan penyampaian yang kurang nyaman atau kurang sreg di mata reviewer profesional, yah harap di maklum sajah.

Lalu dari mana inspirasinya ?

Nah ada sebuah motivasi unik sebenarnya dari perilisan blog yang satu itu. Saya adalah penulis, dari pengalaman beberapa waktu terakhir ini, saya mendapatkan ilmu tentang SEO yang cukup bermanfaat (meskipun masih amat jauh dari sempurna). Sayangnya ilmu tersebut baru saya kenal ketika umur blog saya ini (iya yang ini.. yang tengah kamu baca saat ini..) sudah berumur 4 tahun dan jumlah artikel ratusan.

Jadinya mau di edit satu persatu pun sepertinya gak bakalan sanggup, karena itu saya putuskan untuk membuat satu blog lagi. Inginnya sih saya membuat blog yang satu dengan SEO yang optimal dan bagus, tapi ya se ala kadarnya aja dulu.

Harapannya, kali aja adsense bisa nyantol di blog yang itu. Kalau yang ini ditolak mulu, hahaha. ( mau gak ditolak gimana, artikel nggak karuan kayak begini jumlahnya ratusan lagi)

Baidewei, doain aja agar blog yang satu lagi bisa bermanfaat dan nggak mubazir ya..