Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Pidato Mr. Bean Lukisan Ibu Wisthler

"hello.."

"saya bean, dan pekerjaan saya adalah untuk duduk
dan melihat lukisan."

"Hanya dia dan lukisan itu?"

"Apa yang telah saya pelajari,"

"... yang dapat saya katakan
tentang lukisan ini?"

"Yah, pertama, ini cukup besar."

"Yang sangat luar biasa."


"Karena kalau itu sangat kecil -
Anda tahu, mikroskopis "

maka hampir tidak ada
akan bisa melihatnya,

... yang akan
sayang yang luar biasa.

Kedua ...

... dan saya cukup dekat dengan akhir,

... dari analisis lukisan ini.

Kedua ...

Mengapa orang ini pantas,

... menghabiskan puluh juta
dolar Amerika,

... untuk gambar ini?

Jawabannya ...

Nah, lukisan ini
bernilai begitu banyak,

karena ...

Ini adalah lukisan ...

Ibu Whistler.

Dan, seperti yang telah saya pelajari
dengan menginap di rumah sahabatku,

David Langley, dan keluarganya,

... keluarga sangatlah penting.

Dan meskipun Mr. Whistler,

... sangat sadar,

... bahwa ibunya
adalah kelelawar tua mengerikan,

yang tampak seperti dia punya
kaktus di belakangnya ...

... ia menyayangi ibunya,

... dan bahkan menghabiskan waktu untuk melukis
foto luar biasa dari ibunya.

Ini bukan hanya sekedar lukisan.

Ini adalah gambar sapi tua gila,

... yang menurutnya di dunia.

Dan itu luar biasa.

Itulah yang saya pikir.

(Mr. Bean The Movie)




review Fetih 1453 aka The conquest

sebenarnya saya sudah mendengar film ini sudah agak lama, tapi karena beberapa hal, baru menjelang akhir tahun ini baru bisa menonton full film nya. sebagai seorang muslim, tentu kita masih ingat bagaimana apiknya film Omar, yang sempat di tayangkan di sebuah stasiun televisi swasta, dan tentu saja banyak pihak memiliki harapan yang sama, atau bahkan lebih berkenaan dengan film-film serupa, yang lebih ke arah dakwah dari pada sekedar hiburan. sebuah film, memiliki sebuah tempat tersendiri yang sanggup mengisi kepuasan segelintir orang untuk memuaskan hasratnya, motivasinya, dan bahkan imannya, kenapa..?? film adalah sebuah media lengkap yang mengakomodasi audio dan visual, yang bisa membangkitkan daya imajinasi untuk memperkuat rasa dalam beriman.

nah, sebelum menonton film fetih ini, beberapa reviewer sempat menyatakan puas, atau ekspektasinya berdasarkan alasan-alasan diatas mampu terjawab. ya, bagaimana pun juga cerita yang di angkat dalam film ini merupakan sebuah kisah heroik yang luar biasa, dan mungkin mengalahkan cerita kepahlawanan Troy yang melegenda. sebuah kisah yang bukan hanya di catat sebagai sejarah, namun bukti kebenaran Islam, dan kejayaan Islam di Dunia. penaklukan Kota Konstantinopel adalah sebuah tanda yang luar biasa.

film ini diawali sebuah gambaran Madinah, saat Rasulullah mengeluarkan sebuah hadist yang berbunyi, Beliau bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”
[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]. cerita berlanjut 700 tahun kemudian, saat Muhammad Al-Fatih II harus menerima kenyataan ditinggalkan oleh ayahnya, yang kemudian mengharuskannya naik tahta dalam usia muda, mungkin penampilannya dalam film terlihat tua, dengan jenggot dan seorang anak, namun percaya atau tidak, saat itu usia beliau adalah 21 tahun. kisah heroik ini dilengkapi dengan cerita yang bertumpu tidak hanya pada sosok seorang Fetih, ada sosok lain yaitu Hassan, yang mesti terlibat konflik dengan justinian, akibat perebutan cinta seorang perempuan bernama Age, dan Age sendiri adalah putri angkat seorang pembuat senjata milik Al-Fatih.

secara umum, jalan cerita berjalan seru, dan saya pun mengakui bahwa film ini memang benar-benar berhasil menjawab harapan saya atas kehadiran film-film Islam yang berkualitas. apa lagi visual efek, dan musiknya sangat memuaskan (meski masih dibawah kelas Hollywood), film ini berhasil menghadirkan getaran-getaran hati, iman, dan feel jihad yang benar-benar terasa. sebagai alternatif cerita heroik, yang sangat memiliki nilai kepahlawanan, saya benar-benar merekomendasikan film ini.

***
kelebihan :
- alur cerita di jalin sangat menarik
- penggambaran situasi yang sangat realistis
- nilai-nilai kepahlawanan dan keluhuran akhlaq Islam

kekurangan :
- tidak terjaganya aurat
- penceritaan tokoh yang kurang lengkap
- ada terdapat beberapa adegan core

***

best momen :
- saat Al-Fatih dihinggapi rasa kekhawatiran kalah, sampai depresi, dan menyebabkan konflik di tubuh pasukan, benar-benar realistis, dan sangat manusiawi.
- duel terakhir antara hassan dan justinian, di benteng Konstantinopel
- kecerdikan strategi Al-fatih (bayangkan strateginya yaitu, memindahkan perahu-perahu berukuran besar dengan mengangkatnya melalui gunung.. gila..)
- saat meriam raksasa memuntahkan pelurunya yang pertama
- saat pemakam pasukan Al-Fatih yang tewas, dengan latar belakang musik supllication - sami Yusuf
- saat Al-fatih beserta pasukan menggelar Shalat Dhuha berjamaah, tepat di depan benteng Konstantinopel, sesaat sebelum penyerangan.
- dan saat Al-fatih memasuki Gereja Hagia Shopia, Konstantinopel

saw III

tak sengaja malam tadi saya menonton film, tadinya iseng nyari siaran bola eh malah ketemu film, judulnya adalah adalah saw III. bagi yang udah tahu mungkin tinggal nginget aja ya ( karena ya saya yakin film ini susah dilupakan..hehe ) bagi yang belum sangat saya tidak rekomendasikan... apa..?? tidak rekomendasikan. titik. terutama bagi anda yang paranoid pada potongan tubuh, darah, daging yang berceceran dan teriakan-teriakannya. untung saja semalam di tv banyak bagian yang di potong, sehingga terasa cukup "aman" untuk ditonton, meski nyerah juga nggak nonton sampai habis.. terlalu menyeramkan.

dalam film ini bercerita tentang psikopat yang menyebut dirinya jigsaw, yang berencana untuk memberikan pelajaran bagi korban-korbannya. pelajaran..?? ya, pelajaran tentang kehidupan, dia ingin memberitahukan betapa berharganya sebuah kehidupan dengan cara menjadikan korbannya berada dalam situasi hidup atau mati. pelajaran ini ia bentuk dalam sebuah game jebakan, jadi si korban awalnya di culik, kemudian ditempatkan dalam suatu ruangan, yang biasanya si korban sudah dipasang alat penyiksa, seperti rantai, tombak, pisau, dan yang lainnya, umumnya peraturan game nya sederhana melepaskan diri sebelum bom meledak. hanya saja cara melepaskan diri dari peralatan itu pun.. wuuiiihh.. serem.. ada yang menggergaji kakinya sendiri, ada yang beku di lemari es, ada yang memotong tangan... ckckck. sisi plus dari film ini pun adalah pemilihan korban oleh si jigsaw, mereka yang terpilih biasanya memiliki hubungan dengannya, dan memiliki cerita hidup yang suram, sehingga berputus asa dalam hidup. oh iya.. ternyata motif lain si jigsaw ingin memberikan pelajaran hidup, karena hidupnya pun di prediksi tidak akan lama lagi karena menderita kanker. ( diceritakan dalam film saw 3, jigsaw mati karena penyakitnya. namun, ternyata ada yang melanjutkan misi jigsaw ini sehingga sampai di film ke-7 )

sebenarnya saya suka film ini, ( meski harus pindah channel saat ada adegan menyeramkan ) alur ceritanya menarik, hubungan antara jigsaw si perancang jebakan, dan para korbannya yang unik. dalam setiap jebakan atau film menyebutnya game pun sebenarnya menarik untuk melihat setiap korbannya berhasil menyelematkan diri atau tidak. jika berhasil, dengan serta merta jigsaw akan mengucapkan congratulations jika tidak, siap-siap saja darah, dan potongan daging menghiasi layar tv anda.

hmm.. selain itu yang saya suka dari film ini adalah kenyataan ternyata ada pesan moral yang tersimpan dalam setiap jebakannya. apa..????? di film mutilasi ada pesan moral..??? ya, itu ekspresi pertama saya, setelah saya googling, kenyataannya memang seperti itu. pesan moral yang paling terasa adalah, syukuri hidupmu, pergunakan semua kemampuanmu untuk menolong orang lain, dan berfikir jerinih lah.